Berbuat baik kepada ibu bapa

October 3rd, 2011 | 2:41 am | Nasihat | 14 responses

Photography by Nikaizu

Ibu bapa merupakan insan yang paling rapat dan dihormati dalam institusi keluarga. Mereka banyak berkorban dalam membesarkan dan memberi didikan kepada anak-anak. Mereka tidak pernah meminta atau mengharapkan balasan atau bayaran terhadap penat lelah, pengorbanan dan kasih sayang yang mereka berikan.

Dewasa ini ramai anak-anak yang tidak menghormati ibu bapa mereka. Perkara ini amat serius terutamanya di negara Barat yang telah rosak dalam sistem sosial dan kekeluargaan. Anak-anak telah hilang rasa hormat, sering bercakap dengan nada tinggi dan kasar, bahkan ada yang berani memukul kerana tidak sependapat atau berselisih faham.

Yang lebih teruk, ada yang tidak segan silu menyaman ibu bapa mereka jika menyentuh hal peribadi mereka. Inilah kelemahan sistem manusia yang sering dikatakan untuk memenuhi hak asasi manusia tetapi tidak pernah mampu mendidik dan membentuk peribadi yang mulia.

Islam mengajar agar anak-anak menghormati ibu bapa dan menghargai pengorbanan mereka. Perintah ini banyak dimuatkan dalam al-Quran yang menunjukkan bahawa perkara ini amat penting.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya, ibunya telah mengandungkannya dengan keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyusukannya selama dua tahun, bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada Aku kembalimu” (Luqman, 31: 14)

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua- dua ibu bapa…” (al-Ahqaf, 46: 15)

Menghormati dan taat kepada ibu bapa akan mewujudkan suasana yang harmoni, damai dan tenang dalam keluarga. Hadith RasulAllah di bawah wajar diperhati sebagai peringatan kepada kita dalam menjaga adab dengan ibu bapa.

“Bukanlah daripada golongan kamu, sesiapa yang tidak menghormati orang tua kami dan tidak pula mengasihi anak kecil kami.” (Hadis riwayat Tabrani).

RasululAllah tidak mengiktiraf mereka yang tidak menghormati ibu bapa mereka termasuk dalam golongan muslim. Dalam hadis yang lain, perbuatan derhaka kepada kepada ibu bapa merupakan maksiat yang akan di balas dengan segera di dunia ini.

“Dua kejahatan yang disegerakan balasan di dunia adalah zina dan menderhaka kepada dua ibu bapa.” (Hadis riwayat at-Tirmizi)

Sebagai contoh mudah, cerita lama si tanggang yang sombong dan mengina ibunya setelah menjadi nahkoda kapal, mendapat balasan dengan ditukar menjadi batu setelah ibunya merintih dan berdoa kepada Allah akan memberi pengajaran kepadanya.

Menderhaka kepada kedua ibu bapa merupakan dosa yang besar dan sangat dimurkai oleh Allah. Perkara ini diberikan contoh yang lebih mendalam dan lebih kecil sehingga kepada perkataan dan ucapan seharian.

Allah melarang anak-anak melawan ibu bapa mereka dengan nada yang kasar yang boleh menyentuh hati seperti perkaaan ‘ah’, ‘cis’, ‘uh’ dan sebagainya.

“Tuhanmu telah memerintahkan, supaya kamu tidak menyembah selain Allah, dan hendaklah berbuat santun terhadap kedua orang tua. Jika salah seorang telah lanjut usianya, atau kedua-duanya telah tua, janganlah sekali-kali engkau berani berkata ‘ah’ terhadap mereka dan janganlah engkau suka menggertak mereka. Tetapi berkatalah dengan sopan santun dan lemah lembut.” (al-Isra’, 17: 23 )

Perkara ini mungkin nampak kecil, namun Allah tetap menekannya agar manusia mengambil peringatan dalam menjaga adab dan sebagai batas-batas dan aturan yang perlu diikuti demi keharmonian hidup.

Sebagai anak, wajar kita sentiasa bertutur dengan lemah lembut dan mengucapkan kata-kata yang baik dan menyenangkan hati mereka. Dan lebih-lebih lagi kita dituntut agar mendoakan kesejahteraan mereka.

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah mendidik aku pada waktu kecil” (al-Isra’, 17: 24)

Menghormati dan berbakti kepada ibu bapa merupakan suatu perkara yang sangat disukai oleh Allah dan termasuk dalam perbuatan yang menjadi keutamaan yang tinggi.

Diriwayatkan daripada Bukhri dan Muslim, Ibnu Umar berkata: Saya telah bertanya kepada Nabi Muhammad: Apakah perbuatan disukai oleh Allah? Lalu baginda bersabda: Sembahyang pada waktunya. Kemudian apa? tanya saya lagi. Baginda menjawab: Berbakti kepada kedua ibu bapa. Saya bertanya: Apa lagi. Jawab baginda: Berjihad pada jalan Allah.

Ketika ditanya oleh seorang sahabat daripada kaum Ansar mengenai masih adakah tanggungjawabnya terhadap ibu bapa yang sudah meninggal dunia, Rasulullah menjawab dengan sabdanya bermaksud: “Ada, iaitu berdoa, beristighafar untuk kedua-duanya, menyempurnakan janji, memuliakan sahabat taulan kedua-duanya dan menyambungkan silaturahim yang tidak sempat dijalinkan oleh kedua-duanya.” (Hadis riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah).

Marilah kita bersama-sama menyemai kasih sayang dan mewujudkan keharmonian dalam keluarga sehingga diberkahi dan mendatangkan sakinah. Semoga keharmonian dalam keluarga akan menyemarakan lagi kesejahteraan dan kualiti hidup bermasyarakat.

wmazmi / Photo by: www.nikaizu.com

 

 

 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Responses so far...(14)

  1. 1

    “di akhir usia dunia, seorang hamba akan melahirkan tuannya”. wallahu a’lam..

    • 2

      Sekarang pun dah banyak berlaku…

  2. 3

    moga kita menjadi anak yang soleh n solehah

  3. 4

    lalu bagaimana jika bapak qt memberlakukan anaknya dengan buruk dan tidak bertaggung jawab terhadap anak istrinya?

  4. 5

    semoga kite tidak menjadi anak yg derhaka..

  5. 6

    Salam . Saia selalu mendurhakai kedua ibu dan bapa saia . Saia mengharapkan pengampunan dariNya juga dari kedua ibu bapa saia . Saia berharap sangat kepada rakan-rakan yang membaca posting ini agar dapat menolong saia . Doakanlah keatas diri saia muga mendapat kelembutan hati untuk menyangi keluarga saia . Doakanlah keatas diri saia muga saia tidak akan lagi melakukan perbuatan yang tidak elok terhadap keluarga saia . Doakanlah keatas diri saia muga saia dapat memberikan kasih dan sayang kepada keluarga saia walaupun sedikit . Terima kasih kepada semua . Wsalam .

    • 7

      Semoga bisa menjadi anak yang berbakti pada orang tua :) Kamu pasti bisa!

  6. 8

    jadi manusia penuh perjuangan.

  7. 9

    mohon doa ya buat pembaca islam itu indah .Selamat jalan Ibuku tercinta… Hari ini merupakan hari yang tidak akan pernah terlupakan dalam perjalanan hidup kami. Ya..kami sekeluarga telah Kehilangan ibu kami tercinta,(ibu Masrifah Sochib),tepat menjelang suara adzan subuh, berkumandang, ibu kami menghadap Sang pencipta, Sempurna sudah tugasmu sebagai Ibu, sejujurnya kami masih menginginkan belaian kasih sayangmu selama-lamanya, tapi kami mengerti ternyata Alloh lebih menyanyangimu, miskipun pahit, kami sekeluarga mencoba ikhlas dan tegar dalam menjalani ujian ini. Terimakasih ibuku tersayang, atas semua pelajaran kehidupan yang telah engkau berikan kepadaku. sungguh aku sangat bersyukur,di lahirkan di dalam rahimmu, karena kau begitu istimewa..kau sangat hebat.., kaulah teladan hidupku, kaulah kamus dan peta jalanku. Ibuku adalah madrasah pertamaku, guru pertamaku, bahkan sejak diriku masih di kandungan, kaulah yang tak pernah lelah mengajarkan aku tentang aqidah yang bersih, bagaimana ibadah yang benar,serta menjadi pribadi yang berahlaq mulia, kaulah yang membimbingku akan pentingnya arti menuntut ilmu (syar’i), dan menjadikan anak-anakmu seorang pejuang ilmu, serta menjadi pribadi yang haus akan ilmu, karena dengan ilmu kau bisa beramal dengan benar, dengan ilmu kau dapat berfikir dengan ilmiah dan beramal Islamiah, dengan ilmu kau dapat membedakan mana yang benar mana yang salah, mana yang sunnah mana yang bid’ah, dengan ilmu kau bisa menggapai dunia sekaligus merengkuh akhirat. Ibuku tercinta, Kaulah yang selalu mengingatkanku tuk selalu membaca ayat-ayat cintaNya dikala senang maupun susah, karena dengan membacanya, setiap gerak langkah yang kau kerjakan sesuai dengan aturan syariatNya, kaulah yang selalu menginginkanku menjadi generasi pecinta sunnah,agar setiap aktivitas sesuai dengan tuntunan rosululloh, kaulah yang menasehatiku tuk selalu bersimpuh sujud di kehingan malam seraya berdoa tanpa berputus asa mengharap curahan kasih sayangNya, kaulah yang mengajarkan aku untuk selalu berbagi rezeki bagi yang membutuhkan, Ketika ku sedang lemah kaulah yang menguatkan jiwaku, ketika ku sedang sedih dan gundah, kaulah yang mencerah hatiku, ketika aku sakit kaulah yang pertama merasakan rasa sakitku, masih segar dalam ingatanku ketika aku sakit kau menangis dan megharap kesembuhan atas sakitku, bahkan sejujurnya perasaan tangismu dan luapan kasih sayangmu itu tidak sebanding dengan rasa sakitku yang sesungguhnya. Maafkan kami Ibu, jikalau kami belum mampu membahagiakanmu, sebanding kebahagiaan yang telah engkau curahkan kepadaku, maafkanlah kami ibu jika anakmu ini belum sempurna dalam berbakti kepadamu, sungguh aku tidak akan pernah mampu membalas kebaikanmu,..tidak akan pernah tergantikan, walaupun aku kerahkan semua kebaikanku untuk membalasmu (tidak akan pernah, walupun sedikit),tapi yakinlah ibu, mulai hari ini, mulai detik ini ku kan berusaha menjadi anak birrul walidain, anak yang selau berbakti kepada kedua orang tua, miskipun keberadaanmu tidak lagi disampingku lagi. Ku ingin buktikan bahwa pengorbanmu dalam mendidikku, perjuanganmu dalam mendewasakanku, tidak akan pernah sia-sia, ku berjanji dalam hati ku akan selalu mendoakanmu sepanjang hidupku, karena hanya itu yang bisa ku lakukan untuk membalas semua kebaikanmu. “Robbi firli waliwalidaya warham huma kama robayani soghiro, Ya Alloh ampunilah dosa kedua orang tua kami dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyanyangi kami sewaktu kecil. “Allohummaghfirlaha warhamha wa’afiha wa’fu’anha…allohumma laa tahrimna ajraha walaa taftinna ba’dana waqfirlana walaha.” Selamat jalan Ibuku tercinta, walau jasadmu telah terkubur,walau sentuhan fisik kasih sayangmu tidak bersamaku lagi, tapi kenangan bersamamu tidak akan pernah terkubur, rasa cintamu tidak akan pernah terlupakan, kebaikanmu akan selalu kuingat, nasehat dan keteladanmu akan selalu ku jadikan panutan. Salam sejahtera Ibuku tercinta, Semoga Alloh,menerima arwahmu di sisiNya, mengampuni segala khilaf dan dosa, menerima segala amal baikmu dan menjadikanmu penghuni surga dan suatu saat nanti,..anakmu akan menyusulmu dan berkumpul kembali di surgaNya…Amin Dari anakmu : Abi Neesa Fathiya.(buat pembaca, mohon doanya ya buat ibuku, Jazakallah)

    • 10

      assalamuallaikum

      kalau berdoa buat ibu ente lebih kesampai dari pada orang disini :D

      doain terus ya

    • 11

      assalamuallaikum

      kalau ente berdoa buat ibu ente lebih kesampai dari pada orang disini :D

      doain terus ya

  8. 12

    Ya Allah, janganlah jadikan kami daripada anak-anak yang derhaka kepada ibu bapa. In Sha Allah .

Trackbacks and Pingbacks

  1. Berbuat baik kepada ibu bapa «
  2. “OH IBU” | Motivasiislam.com

Leave a Reply

CommentLuv badge